Dua bulan terakhir ini, saya mendapat kesempatan untuk berlibur. Libur tahunan ini setiap kali saya lakukan dengan sahabat-sahabat dekat. Beberapa di antaranya berprofesi sebagai ibu rumah tangga profesional bahkan ada yang memiliki usaha sendiri.
”Friends for benefit”
Saya memiliki dua kelompok persahabatan yang berbeda
dengan anggotanya yang berbeda. Kedua kelompok ini sama-sama berjumlah lima
orang. Semuanya wanita kecuali saya. Di media sosial saat mengunggah foto-foto,
tagarnya akan berakhir dengan kalimat sisterhood.
Saya sungguh bahagia bisa mendapatkan teman-teman
seperti mereka. Bahagianya tidak hanya mendapatkannya, tetapi mereka mau
menerima dengan segala keberadaan saya. Teman-teman di luar dua kelompok itu
kalau sedang melihat foto-foto di dalam media sosial, sering kali bertanya pada
saya, kok mereka bisa betah sama saya, dan kok mau-maunya menerima saya.
Mungkin saya tidak bisa memberi jawabnya, karena
saya bukan mereka. Tetapi kalau saya sendiri boleh memberi jawaban, maka saya
akan memberikan penjelasan begini. Bahwa mereka itu memiliki hati yang besar
untuk menerima setiap anggotanya dengan segala situasi yang ada di dalam
mereka.
Dengan persahabatan ini, saya belajar bahwa sebaiknya dalam hidup ini seseorang hanya perlu teman yang sedikit saja, tetapi berkualitas. Mudahnya, have less but the best. The best tidak dimaksud memiliki teman yang kaya raya, yang kehidupan sosialnya bisa membantu saya untuk naik kelas, yang kondang, yang tidak egois, yang tidak mudah kesal, yang bisa membantu saya dalam mengembangkan usaha saya. Pokoknya, bukan friends for benefit.
The best itu adalah yang manusiawi, yang bersifat
manusia. Kadang bisa kesal, kadang bisa plin plan, kadang bisa tertawa terbahak
sampai sakit perut, kadang bisa mengatakan tidak. The best itu adalah mereka
yang dengan segala naik dan turunnya, tetap membuat anggota lainnya tidak
merasa perlu mengundurkan diri dari persahabatan itu.
The best itu tidak ada syarat untuk menjadi sahabat.
Tidak perlu pandai, tidak perlu menunjukkan bahwa seseorang itu berpendidikan
super tinggi, tidak membutuhkan persyaratan bahwa baju dan koper yang dibawa
harus bermerek super kondang.
The best itu adalah yang bisa membantu anggotanya
menurunkan koper yang berat, menjemput di lapangan terbang kalau perlu, yang
mengorganisir tujuan wisata dan segala biayanya tanpa mengomel dan mengeluh.
Padahal tidak semua anggota suka laut atau suka
perkotaan. The best itu adalah mengerti kapan harus nurut saja, kapan harus
mengeluarkan suara untuk memindahkan haluan.
”Friends for life!”
Sebagai salah satu anggota dari dua kelompok itu
saya sungguh beruntung. Beruntungnya bepergian dengan para wanita, mereka
sungguh sigap seperti sedang bepergian bersama keluarga. Saya kadang sampai
merasa sungkan karena mereka melakukan pekerjaan multitasking dengan mudahnya
dan membuat segala sesuatu beres pada waktunya.
Saya mau berusaha membantu, mereka ternyata jauh
lebih sigap. Maka saya pernah menulis di media sosial, kalau seorang pria
berkeinginan menjalani hidup ini dengan tabah, maka belajarlah dengan para
wanita yang setiap saat menjalani kehidupan rumah tangga dengan problemnya yang
tidak akan pernah berhenti. Mereka bangun paling pagi dan tidur paling malam.
Hanya untuk memastikan semua anggota merasa tenteram dan problem bisa
diselesaikan.
Bayangkan saya memiliki dua kelompok dengan lima
wanita di setiap kelompok yang super andal. Anda bisa bayangkan, saya jauh
lebih beruntung dari seorang playboy yang hanya bisa bersama wanita sebanyak
mungkin, tetapi tidak membantu mereka malah memoroti.
Saya bercerita panjang lebar di atas bukan untuk
membuat mereka bangga dan kemudian dalam liburan berikutnya saya memoroti
mereka. Beberapa hari lalu, saya mengirimkan pesan kepada salah satu anggota.
Saya mengatakan, saya ini beruntung di masa tua saya, ketika saya sudah tak
memiliki anggota keluarga yang dekat, tak memiliki pasangan hidup, saya ini
dikarunia teman-teman yang paling tidak membuat saya merasa tidak ditinggalkan
sendiri.
Persahabatan itu bukan dibentuk oleh sebuah
persyaratan, bukan karena cocok atau tidak cocok semata, tetapi dikaruniakan
Tuhan kepada Anda. Tetapi bagaimana caranya Anda bisa dikaruniai? Do good
things in life and good things will happen to you!
Kebaikan dan kebahagiaan itu ada untuk saya dan
Anda, kalau saya dan Anda juga bisa membahagiakan kehidupan orang lain terlebih
dahulu. Maka, tanpa Anda ketahui, tanpa Anda harus berlelah-lelah mencari,
Tuhan yang Maha Segalanya itu, akan menyediakan teman-teman yang sedikit tetapi
yang bermutu untuk Anda. Dan ingat, segala sesuatu yang dari Tuhan itu, tak
akan membuat Anda bosan dan menyerah di tengah jalan. Anda akan dikaruniai
friends for life! ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar