Satu minggu yang lalu berita dukacita berturut-turut datang memenuhi hari-hari saya. Peristiwa itu membawa lamunan pada peristiwa kematian dua orangtua saya dan terutama mengembalikan kenangan bagaimana kualitas manusia itu tidak hanya diuji, tetapi terlihat keasliannya setelah upacara pemakaman selesai.
KW
Salah satu senjata ampuh untuk menelanjangi manusia
agar tampak keasliannya adalah warisan. Warisan itu mampu meruntuhkan topeng,
membongkar kebusukan, atau menunjukkan kecantikan hati dan jiwa manusia. Itu
seperti menguji barang asli atau KW.
Maka, kalau melihat foto-foto indah sebuah keluarga
yang diunggah di media sosial dengan penjelasan yang menggambarkan kerukunan
sebuah hubungan keluarga, ruang di hati saya selalu bersuara sendu tapi menohok.
"Lihat aja nanti."
Kebaikan yang ditunjukkan seseorang bisa jadi sebuah
agenda tersembunyi untuk mendapatkan sesuatu setelahnya atau memang benar
kebaikan yang sesungguhnya. Atau mungkin yang kelihatan sama sekali tak
meluangkan waktu untuk hadir, bahkan tak membantu sama sekali, karena mungkin
saja tak kuat menghadapi kesedihan akan kehilangan.
Meski ada saja kemungkinan yang lemah waktu
pemakaman, akan sangat mampu bertahan sampai mendapatkan bagiannya, bahkan
kalau perlu menjadi makhluk yang sangat kuat dan super sabar menghadapi jalan
panjang pembagian itu, dan kemudian menghilang setelah semua ada di tangan.
Sudah banyak peristiwa yang saya lihat dan saya dengar bahwa harta bisa membuat manusia kehilangan akal. Maka, saya pernah mendengar ungkapan bahwa cinta uang itu adalah akar dari segala kejahatan.
Sampai saya pernah berpikir bahwa sebaiknya orang
tak perlu kaya raya, yang penting cukup untuk membiayai anak sekolah. Jadi,
yang ditinggalkan bukan harta berupa uang atau tanah atau aset lain, tetapi
aset berupa pengetahuan yang tak bisa diambil oleh siapa pun dan tak bisa dituntut
oleh seorang pengacara.
Beberapa hari setelah berita dukacita yang
berturut-turut itu, terpikirkan oleh saya untuk menguji kualitas saya sebagai
manusia, tepatnya sebagai anggota keluarga. KW atau tidak KW. Kalau KW, apakah
KW satu atau dua? Kalau KW satu itu nyaris sempurna kemunafikan yang saya buat,
sampai secara kasatmata orang lain tak akan tahu bahwa saya ini penuh
kepalsuan.
Berlian
Menilai kualitas yang paling mudah adalah setelah
upacara pemakaman selesai. Ketika ada beberapa surat yang harus diselesaikan,
ketika ada tagihan kartu kredit atau utang yang harus dilunasi, ketika
mendengar warisan dibacakan.
Apakah saya akan merongrong untuk menjual rumah
peninggalan karena saya bisa menghitung dan nilainya tinggi dan lumayan untuk
bisa dibagikan tanpa memedulikan bahwa itu sebuah aset keluarga yang punya
nilai emosional dan bukan hanya nilai kalkulator?
Kemudian setelah pemakaman selesai, setelah tak ada
lagi manusia yang menjenguk, dan tersedia waktu yang cukup untuk berpikir
ulang, apakah saya benar-benar telah mencintai mereka yang meninggal dengan
benar selama ini?
Apakah unggahan saya di media sosial dengan
foto-foto dan keterangan yang begitu mesra dilakukan dengan sepenuh hati? Atau
hanya sebagai sebuah tindakan menjaga image dan bagian dari agenda yang
tersembunyi yang sudah saya rancang dari saat saya mengetahui orangtua saya
bertambah kaya?
Apakah saya memang benar manusia yang kualitasnya
seperti berlian nomor satu. Sabar, menerima apa pun yang didapat dan hanya
berpikir yang baik tentang mereka yang meninggal. Dan berpikir apalah artinya
harta berlimpah kalau itu didapat dengan akhlak dan cara yang jauh dari baik.
Kemudian saya dan Anda bisa mengajukan pertanyaan
macam ini. Apakah ada korelasinya kualitas saya yang KW atau berlian asli itu
dengan tingkat kerajinan hadir di rumah ibadah, berdoa siang dan malam berpuluh
tahun lamanya, dan pandai menasihati orang untuk hidup di jalan yang penuh
dengan kebenaran?
Kalaupun Anda yang membaca belum pernah mengalami
peristiwa seperti yang saya alami, saya juga mengajak Anda untuk menilai
kualitas kemanusiaan Anda sekarang ini. Saat Anda menjalani hidup, bekerja,
bertetangga, berorganisasi, dan berbisnis.
Agar di suatu hari, kalau peristiwa di atas datang
ke hadapan Anda, Anda melakukan semuanya untuk yang meninggal dengan kualitas
berlian nomor satu. Menabur bunga dengan air mata yang tidak palsu, perasaan
kehilangan yang sesungguhnya dan bukan karena kehilangan pegangan karena tak
ada lagi yang bisa membelikan barang duniawi.
Dan terakhir Anda bisa menikmati kenangan dengan
tenteram di dalam rumah yang tidak didapat dari menggeser hak orang lain hanya
karena warisan yang Anda dapati ternyata tidak sesuai dengan agenda tersembunyi
yang belasan tahun telah Anda rancang. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar