Sudah dua minggu belakangan ini saya bertanya, tentu
kepada hati dan nurani sendiri, mengapa seorang manusia itu bisa tumbuh menjadi
koruptor, penipu, pembunuh, yang mulutnya berkicau untuk membuat keonaran
sampai memilih menjalankan usaha dan menimbun kekayaan dari menyengsarakan
orang lain?
Dididik
Tentu akan ada banyak alasan mengapa seseorang bisa
menjadi demikian. Hanya saja hari ini, saya mau berkonsentrasi hanya pada
pendidikan yang diberikan di dalam rumah, dari saat seorang anak dilahirkan sampai
berusia di mana ia wajib punya KTP karena dianggap usia yang sudah dewasa.
Saya penasaran, benar-benar penasaran. Masakan
pendidikan yang diberikan di dalam rumah sekian belas tahun sama sekali tak ada
bekasnya ketika manusia tumbuh menjadi lebih tua dan belum tentu menjadi
dewasa?
Saya penasaran, masakan ketika seorang anak manusia
bisa berpikir dengan kepalanya sendiri, pendidikan yang diberikan orangtua
selama itu tak ada efeknya? Terus di mana letak kekuatan pendidikan orangtua
terhadap perilaku anak di masa depan?
Saya sudah melihat bahwa orangtua kaya dan miskin
itu sami mawon. Keduanya mampu menghasilkan anak yang baik dan yang buruk.
Bukan seperti cerita atau film cliché, kalau orangtuanya kaya, anaknya
amburadul, dan kalau miskin, anaknya menjadi berbakti.
Satu minggu yang lalu saya makan siang di sebuah rumah makan Jawa Timur. Tak lama setelah memesan makanan, datanglah pasangan muda dengan dua anak kecilnya yang sedari memasuki rumah makan itu sudah menjerit dan berlari-lari.
Kedua orangtua itu terlihat sama sekali tidak
peduli. Mereka langsung duduk memesan makanan dan setelah itu keduanya asyik
berkonsentrasi dengan gadget-nya, sementara kedua anaknya menganggap rumah makan
itu seperti taman bermain.
Apakah pendidikan orangtua yang seperti ini yang
menyebabkan anak menjelma menjadi manusia yang senangnya mencari perhatian,
menjadi tidak tahu diri, baik melalui perilaku yang memalukan maupun mulutnya
yang menyakitkan dan membuat onar?
Apakah dengan membiasakan berteriak dan berlari di
tempat yang tak sepantasnya demikian, maka mereka menjadi manusia yang bisa
jadi tumbuh tak peduli sehingga tak peduli juga untuk membunuh dan korupsi, tak
peduli memiliki bisnis yang menyengsarakan orang lain, atau tidak sejauh itu
menyenangkan egonya?
Saya juga penasaran mengapa tak ada pemberitaan soal
tertangkapnya seorang koruptor dan gembong narkoba, disertai wawancara dengan
orangtua mereka, dan menanyai apa saja yang telah diajari kepada anak-anaknya
hingga bisa melakukan hal yang demikian itu?
Diturunkan
Maka saya mulai berpikir, apakah seorang anak itu
bisa menjadi manusia seperti yang saya tuliskan di atas. Itu karena orangtuanya
memang mengajarkan demikian baik secara langsung atau tidak? Apakah orangtuanya
sendiri memang koruptor, memang rasis, memang berbisnis yang menyengsarakan
sesamanya?
Atau ternyata, bukan hanya pendidikan orangtua yang
memengaruhi, melainkan juga memang dalam darah anak mengalir bakat yang
diturunkan secara genetis dari orangtuanya? Orangtua saya memiliki tiga anak.
Kami dididik dengan cara dan sistem yang sama. Ke sekolah yang sama karena dari
sejak lahir sampai sekolah menengah atas semua diatur oleh orangtua. Tetapi,
mengapa yang satu doyan duit, yang satu jadi pengecut, dan yang satu tidak
pernah dewasa?
Jadi, selain pendidikan, maka tabiat anak diturunkan
secara genetis dari ibu dan bapak mirip sama seperti penyakit yang diturunkan.
Ayah saya kencing gula dan menurun ke saya dan bukan ke kakak dan adik.
Ada berita yang pernah saya baca dan saya yakin ada
di antara Anda yang juga membaca. Seorang suami tampan menuntut istrinya karena
ketiga anaknya buruk rupa. Ternyata istrinya pernah menjalani operasi plastik
menjadi cantik dari keadaan aslinya yang gitu deh itu.
Selain itu, di antara kehidupan sosial Anda dan
saya, tak jarang kita mendengar cerita seperti ini. "Anak saya yang kedua
itu persis seperti bapaknya. Kalau sakit diem asal udah dikasih makan dan minum
obat. Nggak nyusahin. Gak kayak anak yang pertama. Kalau sakit bawel, kayak
saya dan kakeknya."
Maka, yang membuat saya penasaran perkataan anak
sudah di atas 17 tahun dan harus bertanggung jawab sendiri itu maksudnya
orangtua sudah tidak mau bertanggung jawab lagikah? Apakah itu diartikan juga
orangtua sudah cukup mendidik, sekarang waktunya anak mempraktikkan didikan itu?
Tetapi, bagaimana kalau ada faktor genetisnya?
Ataukah sebaiknya, jika ada yang ditangkap karena
alasan apa pun itu, maka orangtua harus berani menjelaskan kepada pihak
penyidik bahwa mereka dididik dan mendapat bakat yang demikian itu.
Karena mereka lahir dari persetubuhan orangtuanya
dan mereka dididik dengan sistem yang diciptakan oleh orangtua. Mau sistemnya
benar atau salah, mau yang diturunkan itu sifat baik atau buruk, itu yang
diterima anak.
Paling tidak dengan orangtua mengaku, yang
tertangkap mungkin bisa mendapat keringanan hukuman. Mungkin. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar