Beginilah saya mengartikan cinta…
Cinta orang tua dan anak.
Karena saking cintanya, orang tua berhak menentukan
pilihan pasangan hidup anaknya. Meski acapkali mengatakan. “ Saya serahkan
semua kepada anak saya.” Orang tua seringkali menentukan masa depan anaknya
karena mereka mungkin merasa wakil Tuhan di bumi. Tahu masa depan. Kalau pun
mereka tak merasa wakil Tuhan di bumi, paling tidak sudah lebih lama hidup. Itu
diartikan tahu segalanya tentang hidup. Itu semua karena saking cintanya pada
anak.
Cinta orang tua pada anak juga berarti membiarkan anak
tumbuh sendiri, belajar berpikir sendiri, mengajak mereka untuk berdikari sejak
dini, tetapi nanti kalau si anak protes tentang orang tuanya. Maka orang tuanya
akan berbicara. “ Elo nggak tahu kalau selama ini gue cari nafkah sendiri?” Ini
saya nggak tahu apa karena saking cintanya atau mau-maunya orang tua.
Cinta Monyet.
Ini saya benar-benar nggak mengerti. Pertama, karena saya
bukan monyet, dan kedua Anda pun bukan monyet. Maka saya heran kok bisa
perumpamaannya dengan monyet, la wong kita ini manusia, dan yaaa… kok nggak ada
yang tersinggung. Monyet itu bergelantung dari satu pohon ke pohon yang lain.
Artinya, cinta monyet itu bukan untuk cinta yang tidak serius atau cinta
sekedarnya saja. Cinta macam ini adalah untuk menunjukkan kalau seseorang itu
gampang menyerah dalam memerjuangkan cintanya, dan kalau patah arang kemudian
loncat ke lain hati.