Saya berada di dalam taksi di atas jembatan
Semanggi. Dari atas jembatan itu, saya bisa melihat jalan di depan saya
macetnya setengah mati. Tak ada jalan untuk memutar sehingga mau tak mau taksi
yang saya kendarai harus masuk ke dalam kemacetan itu. Saya kesal dan
membayangkan bahwa saya akan berlama-lama di dalam kemacetan itu.
Singkat cerita, apa yang saya lihat di atas jembatan
dan yang telah berhasil membuat saya kesal, bahkan sebelum masuk ke dalam
kemacetan itu, ternyata sama sekali tak seperti apa yang saya bayangkan.
Taksi yang saya kendarai memang tak bisa berjalan
lancar, tetapi kemacetan itu ternyata tak sampai membuat saya kesal. Dan dalam
waktu yang tak terlalu lama saya terbebas dari kemacetan itu.
Tergesa-gesa
Jadi, apa yang saya lihat dari atas jembatan itu,
yang awalnya tampak mengesalkan, ternyata tak terbukti demikian. Saya pun malu
sendiri karena sudah begitu tergesa-gesa mengambil kesimpulan bahwa kalau suatu
hari diawali dengan sebuah peristiwa yang mengesalkan, kekesalan akan terjadi sepanjang
hari.
Kejadian itu mengingatkan saya pada sebuah kalimat untuk unggahan sebuah foto saya di media sosial. ”Do not predict that your day will be unpleasant by the state of the morning”. Kondisi awal sebuah hari tak dapat dijadikan kesimpulan bahwa sepanjang hari akan memiliki kondisi yang sama.
Kalau pagi hari terlihat mendung dan kelabu, itu tak
bisa dijadikan patokan bahwa sepanjang hari akan mendung dan kelabu. Bukankah
saya dan Anda juga sudah mengalaminya dan membuktikan bahwa belum tentu akan terjadi
demikian.
Saya melihat banyak kejadian dalam hidup saya
seperti kejadian di atas. Hal-hal yang membuat saya kesal pada awalnya, padahal
tak demikian pada akhirnya. Kalau ayah dan ibu saya meninggal, saya
menyimpulkan bahwa masa depan saya akan suram dan tak lagi bahagia seperti
teman-teman saya yang memiliki orangtua yang utuh.
Kalau saya didiagnosis dokter penyakit saya akan
membuat saya tak lagi bisa melakukan aktivitas ini dan itu, saya menyimpulkan
bahwa perjalanan hidup saya selanjutnya juga akan sengsara tak bisa melakukan
aktivitas ini dan itu, tak bisa lagi makan ini dan itu.
Dalam kehidupan yang nyata kemacetan seperti apa
yang saya ceritakan di atas, bisa berupa kematian orang yang kita cintai,
kebangkrutan sebuah usaha, utang yang bertumpuk, pertemanan yang retak,
perjalanan cinta yang melelahkan, dan sejuta kejadian lainnya yang mampu
mematahkan semangat pada awalnya.
Kejutan
Namun, seperti cerita saya di atas, tak ada jalan
untuk memutar balik, mencari jalan lain untuk menghindari kemacetan itu.
Satu-satunya jalan adalah masuk ke dalam kemacetan itu.
Kalau kejadian yang awalnya dirasakan bakal
menyengsarakan dan ingin rasanya dihindari, mungkin ada baiknya saya tak
mencari jalan untuk menghindari. Karena ternyata bisa saja terjadi apa yang
saya khawatirkan di depan tak terbukti di belakang.
Problem hidup itu harus dihadapi dan bukan
dihindari. Dihadapi itu bukan untuk sekadar mendewasakan kita, bukan untuk
sekadar menjadi tahu bagaimana menangani masalahnya. Akan tetapi juga untuk memperlihatkan
kepada kita sebuah hal sederhana, kalau hidup itu memberi banyak kejutan.
Seperti kejadian hari itu, saya terkejut bahwa
kemacetan yang saya hadapi ternyata sama sekali tak menjengkelkan saya.
Ternyata saya tak terlambat untuk hadir dalam rapat hari itu. Dengan kejutan
itu, saya malah jadi malu sendiri terburu-buru menyimpulkan bahwa kejadian di
depan saya mengesalkan, menyimpulkan bahwa saya akan dibawa pada sebuah hari
yang mengesalkan.
Kalau saat Anda membaca tulisan ini, Anda berada
dalam sebuah situasi yang mendung dan kelabu seperti pagi ini saat saya
menuliskannya, jangan mengambil kesimpulan terburu-buru seperti saya. Apa yang
mendung pada awalnya tak akan selamanya membuat hari Anda mendung.
Pada waktu saya ditinggal orangtua, saya menyimpulkan
bahwa saya tak bisa bertahan hidup. Pada waktu saya mendapat ginjal baru, saya
menyimpulkan bahwa hidup saya akan pendek. Apalagi saya dengar kalau
orang-orang mengatakan kira-kira 7-10 tahun saya harus mengganti ginjal yang
baru.
Hari ini saat saya sedang membuat tulisan ini, telah
14 tahun saya masih merasakan cangkok ginjal saya berfungsi dengan baik. Hidup
menawarkan banyak kejutan yang tak dapat dibayangkan sebelumnya.
Saya mulai belajar sejak kejadian kemacetan itu
bahwa untuk dapat melihat dan merasakan kejutan yang disuguhkan kehidupan ini,
saya tak perlu menyimpulkan bahwa hari yang mendung pada pagi hari akan mendung
dan kelabu sepanjang hari. Kedua, saya tak perlu menghindari masalah.
Karena saya tak menghindari masalah, saya dapat membuat tulisan ini dan saya bagikan kepada Anda. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar