Waktu seorang staf saya mengunggah foto dengan
keterangan yang menggambarkan bahwa ia tak mampu menaiki tangga sebanyak 250 di
Gunung Bromo, tiga temannya memberikan komentar seperti ini.
Satu orang mengomentari seperti ini.
"Gakberasa, kok." Satu lagi sangat singkat. "Jompoooo!"
Dengan tambahan emoticontertawa di belakangnya. Yang terakhir menulis dengan
tajam. "Yaelahhh cumasegitu doang deh tangganya. Tanggung, deh!"
Aku bisa, kamu bisa
Sungguh saya tertarik pada ketiga komentar itu, dan
komentar itulah yang memberi ide untuk menulis dan menyuguhkannya pada bapak,
ibu, dan saudara-saudari sekalian. Saya tak mengenal ketiga orang yang memberi
komentar itu. Saya juga tak mewawancarai mereka mengapa mereka sampai menulis
komentar semacam itu.
Saya berasumsi bahwa komentar yang pertama bertujuan
meyakinkan bahwa menaiki tangga dengan anak tangga sejumlah 250 itu tak akan
membuat seseorang kelelahan, dan itu akan dijalani dengan sangat cepat sampai
tak berasa.